Usut Tuntas Tragedi di Kanjuruhan Malang !

Dunia sepak bola berduka menyusul terjadinya kerusuhan usai pertandingan sepak bola antara Arema dan Persebaya tadi malam (01/10/2022) di Stadion Kanjuruhan Malang. Berdasarkan data dari kepolisian, 127 orang meninggal dunia dalam insiden kerusuhan yang dipicu kekecewaan penonton atas kekalahan Arema atas Persebaya dengan skor 2-3.

” 127 orang meninggal , dua di antaranya anggota Polri,” ujar Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta, dalam keterangan Persnya.

34 orang meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan sebelum sempat dievakuasi ke rumah sakit. Sementara itu, 94 orang lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Saat ini total ada 180 orang yang tengah dirawat di sejumlah rumah sakit mulai dari RSUD Kanjuruhan, RS Wava Husada, RS Teja Husada, RSUD Saiful Anwar, dan beberapa rumah sakit di Kota Malang, Imbuh Kapolda.

Update terbaru korban meninggal bertambah dua menjadi 129 orang.

Atas kejadian ini PSSI langsung membentuk tim investigasi dan PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi menghentikan Liga 1 2022-2023 hingga sepekan ke depan. Presiden RI Joko Widodo juga menyampaikan duka cita yang mendalam dan memerintahkan semua pihak untuk mengevaluasi semua dan menghentikan pertandingan Liga hingga semua diusut tuntas.

Insiden di Kanjuruan malam menambah daftar Panjang kerusuhan sepakbola didunia yang mengakibatkan korban jiwa, diantaranya:

Pada Mei 1964 di Peru

orang tewas dan lebih dari 500 orang terluka saat pertandingan kualifikasi Olimpiade antara Peru vs Argentina.

Pada Januari 1971 di Skotlandia

66 orang meninggal akibat pembatas di tangga runtuh saat penonton meninggalkan pertandingan antara Rangers dengan Celtic di Glasgow.

Pada Oktober 1982 di Rusia

Fans berjatuhan saat mereka meninggalkan pertandingan piala UEFA antara Moscow Spartak dan tim Belanda HFC Haarlem di stadion Luzhniki di Moskow.

Pada Mei 1985 di Inggris

Setidaknya 56 orang meninggal dan 200 orang lebih luka-luka saat kebakaran terjadi di tribun stadion Bradford.

Pada Mei 1985 di Belgia

Sebanyak 35 orang, yang sebagian besar orang Italia, tewas dalam kerusuhan pertandingan Piala Eropa Juventus melawan Liverpool di Heysel di Brussels.

Pada Maret 1988 di Nepal

Setidaknya ada 93 orang tewas dan 100 orang lainnya terluka saat penggemar berusaha melarikan diri dari hujan es, saat pertandingan Nepal melawan Bangladesh.

Pada April 1989 di Inggris

Tragedi Hillsborough terjadi di semifinal Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest pada Sabtu 15 April 1989. Total 97 korban jiwa dan 766 cedera dalam tragedi Hillsborough yang menjadi kasus terburuk dalam sejarah olahraga Inggris.

Pada Januari 1991 di Afrika Selatan

42 orang tewas terinjak selama pertandingan pramusim di kota pertambangan Orkney antara Kaizer Chiefs dan Orlando Pirates.

Pada Mei 1992 di Perancis

18 orang tewas dan 2.400 korban terluka akibat tribun stadion runtuh sebelum pertandingan saat French Cup antara Bastia melawan Olympique Marseille di Corsia.

Pada Oktober 1996 Guatemala

Sebanyak 80 orang meninggal dan lebih dari 100 orang luka luka pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Guatemala dan Kosta Rika.

Pada April 2001 di Afrika Selatan

Sedikitnya ada 43 orang tewas ketika penonton sepak bola mencoba memaksa masuk ke stadion besar Ellis Park di Johannesburg pada pertandingan liga papan atas Afrika Selatan.

Pada Mei 2001 di Ghana

126 orang tewas diakhir pertandingan antara Hearts of Oak dan Asante Kotoko. Polisi menembakkan gas air mata ke arah suporter yang mengobrak-abrik kursi. Insiden ini menjadi salah satu bencana sepak bola terburuk di Afrika.

Pada Maret 2009 di Pantai Gading

Sedikitnya 19 orang tewas dalam penyerbuan di stadion Felix Houphouet-Boigny Abidjan sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Malawi.

Pada Februari 2012 di Mesir

Sedikitnya 73 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat kerusuhan suporter di akhir pertandingan di kota Port Said ketika tim lokal al-Masry mengalahkan Al Ahli. (Smartklik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *