Pemahaman terhadap pasar yang akan dimasuki merupakan hal yang mendasar dalam Manajemen Pemasaran Internasional. Demikian juga untuk produk kosmetik asal Korea yang akan masuk pasar Indonesia, diperlukan pemahaman terhadap bagaimana pasar Indonesia dan bagaimana strategi yang tepat untuk memasuki pasar.
Riset berkaitan dengan hal tersebut dimunculkan oleh Jaeyoung Lee dan Gancar C Premananto. Lee yang warga negara Korea Selatan adalah mahasiswa Magister Sains Manajemen FEB Unair. Hasil penelitiannya yang mendapat hasil Sangat Memuaskan, mendapatkan bahwa diperlukan perancangan bauran pemasaran yang tepat untuk masuk ke pasar Indonesia yang kebanyakan beragama Islam. Dari wawancara mendalam kepada beberapa pemasar kosmetik Korea didapatkan beberapa hasil. Salah satu hal penting dilakukan adalah pendaftaran logo halal. Produk yang halal bagi konsumen muslim juga akan dapat diterima oleh konsumen non-muslim.
Penggunaan Korean Idol sebagai endorser juga umumnya menjadi senjata dalam memasarkan produk mengingat dari penampilan para Korean idol baik pria maupun wanita menunjukkan penggunaan kosmetik yang sangat prima.

Inti dari riset Lee dan Premananto menghasilkan kesimpulan dari Lee tentang pasar Indonesia, “Indonesia is a country with many differences from Korea. The biggest difference is religion and weather. There is a difference in consumption propensity due to religion and weather, and there is also a difference in marketing accordingly.
If a foreign company wants to enter Indonesia, they should check these parts in detail before entering.”

