Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 5 (lima) Universitas Airlangga melaksanakan program kerja inovatif bernama Hydroplast (Hidroponik Berbasis Daur Ulang Plastik). Program ini melibatkan 34 siswa kelas 6 MI Darunnajah Sidokumpul. Dalam kegiatan belajar menanam dengan sistem hidroponik, para siswa diajak untuk peduli terhadap lingkungan dengan memanfaatkan sampah di sekitarnya. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat bagi para mahasiswa yang dilaksanakan di desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah, Gresik, Jawa Timur, pada 23 Januari 2025.
Kafa Billahi Syahidan, penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengurangi limbah plastik dengan metode daur ulang sebagai media hidroponik. Program ini memanfaatkan botol plastik bekas yang nantinya dicat sesuai dengan kreativitas anak-anak. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas serta rasa peduli mereka terhadap lingkungan. Hasil kreasi anak-anak kemudian dijadikan sebagai wadah untuk menanam hidroponik. Setelah selesai dihias, botol-botol tersebut ditanami bibit atau benih sehingga dapat menjadi sarana edukasi tentang pentingnya daur ulang dan penghijauan.
Anak-anak kelas 6 MI Darunnajah Sidokumpul menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan Hydroplast. Salsa, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat menyenangkan dan memberikan banyak pelajaran baru. “Seru, Kak! Menarik, kita jadi dapat wawasan baru dan bisa memanfaatkan botol plastik, jadi tidak nyampah. Selain itu, kita juga jadi tahu cara menanam sayur tanpa perlu tanah,” ujar Salsa dengan antusias.
Dafa, peserta lainnya, juga berbagi pengalamannya. “Menarik sih kak, Aku jadi tau tentang hydroplast. Aku pikir awalnya bakal susah, ternyata gampang banget dan seru. Plastik bekas yang ada di rumah bisa banget dipakai untuk kayak gini. Aku nggak nyangka, sih ternyata keren banget!” ucap Dafa penuh semangat.
Pak Ashar, kepala desa Sidokumpul, menjelaskan bahwa kegiatan Hydroplast ini merupakan salah satu bentuk inovasi generasi muda yang harus didukung dan dikembangkan. “Kegiatan yang dilakukan mahasiswa ini bagus dalam membangun karakter peduli lingkungan pada siswa. Dengan siswa membuat sendiri wadah hidroponik, mereka akan lebih merawat tanaman yang ada di dalamnya,” jelas Pak Ashar.
Selain kegiatan Hydroplast, mahasiswa Universitas Airlangga juga melaksanakan sejumlah kegiatan lain untuk masyarakat setempat, seperti Hias Bersama di rumah baca desa, sosialisasi stunting, branding dan mapping UMKM, posyandu keluarga, rumah belajar KKN, mengajar bahasa Inggris di MI Darunnajah, serta sosialisasi kesehatan gigi dan mulut di RA dan Kelompok Bermain.
Dengan berbagai kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, serta mendorong generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu-isu pendidikan, lingkungan, dan kesehatan.
Penulis : Mira Triharini

