Pelatihan Pembuatan Aquascape Kepada Guru TK Al-Iman Surabaya oleh Departemen Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Surabaya – Pembelajaran sains untuk anak usia dini sering kali menjadi tantangan bagi para guru. Konsep-konsep seperti ekosistem, lingkungan hidup, dan hubungan antar makhluk hidup kerap dianggap terlalu rumit untuk diperkenalkan kepada siswa taman kanak-kanak. Namun, TK Al-Iman Surabaya memiliki cara unik dan menyenangkan untuk menjembatani tantangan tersebut: media aquascape.

Aquascape adalah seni menata tanaman air, batu, kayu, dan ikan hias dalam akuarium sehingga menyerupai ekosistem alami di dalam air. Selain indah dipandang, aquascape dapat menjadi media pembelajaran yang efektif, terutama untuk memperkenalkan ekosistem air tawar secara visual dan nyata kepada anak-anak.

Melihat potensi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga melalui Skema Program Kemitraan Masyarakat Tahun 2025 mengadakan Pelatihan Pembuatan Aquascape untuk Guru TK Al-Iman pada Selasa, 10 Juli 2025, di Jalan Sutorejo Tengah X No. 2-4, Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru TK Al-Iman, dengan tujuan membekali mereka keterampilan membuat media ajar inovatif yang ramah lingkungan dan mudah diaplikasikan di kelas.

Pelatihan dimulai dengan pengenalan ekosistem air tawar, termasuk media aquascape, jenis tanaman air dan ikan hias yang disampaikan oleh Prof. Dr. Akhmad Taufiq Mukti, S.Pi., M.Si. Setelah itu, peserta menyaksikan demonstrasi pembuatan aquascape oleh tim pelaksana, mulai dari menata pasir, batu, tanaman, dan filter air pada akuarium.

“Wah, seru sekali! Kami tidak hanya belajar membuat aquascape, tetapi juga mendapat media aquascape untuk diperkenalkan kepada anak-anak di kelas nanti,” ujar salah satu guru TK Al-Iman dengan penuh semangat.

Para guru bahkan telah merencanakan integrasi media ini ke dalam tema pembelajaran sains dan lingkungan di kelas mereka.

Selain meningkatkan pemahaman siswa tentang lingkungan, media aquascape juga bermanfaat untuk melatih keterampilan observasi, rasa ingin tahu, dan kepedulian terhadap alam sejak dini. Bagi guru, pelatihan ini menjadi peluang untuk mengembangkan kreativitas dan menambah wawasan tentang metode pembelajaran tematik berbasis lingkungan.

“Belajar tidak selalu harus memalui membaca buku. Kadang, belajar bisa terjadi dari akuarium kecil yang menyimpan dunia besar di dalamnya. Kami berharap media aquascape ini bisa menginspirasi guru-guru lain di Indonesia untuk menghadirkan pembelajaran sains yang menyenangkan dan mudah dipahami sejak usia dini” ujar ketua tim pengmas, Prof. Dr. Kismiyati, Ir, M.Si.

Dengan pendekatan sederhana namun berdampak besar, diharapkan metode pembelajaran seperti ini dapat direplikasi di berbagai sekolah, sehingga generasi muda Indonesia tumbuh dengan kecintaan pada lingkungan yang kuat sejak usia dini.

Penulis: Prof. Dr. Kismiyati, Ir.,M.Si.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *