Suasana penuh semangat terlihat dalam rangkaian kegiatan pemanfaatan Limbah dan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang digelar di Desa Abar-Abir, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik pada akhir pekan Juli 2025. Kegiatan ini dilakukan oleh Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 6 Universitas Airlangga selama dua hari, Sabtu–Minggu, 12–13 Juli 2025 dengan menggabungkan edukasi pengelolaan lingkungan, sosialisasi kesehatan berbasis herbal, hingga aksi penanaman TOGA secara langsung.
Kegiatan dimulai pada Sabtu, 12 Juli 2025, dengan sesi pengolahan limbah plastik dan sampah rumah tangga menjadi pot tanaman dan tempat sampah. Kegiatan yang diikuti oleh anak usia TK–SD ini bertujuan untuk menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini. Mereka diajak memanfaatkan sampah botol plastik bekas maupun plastik gelas untuk diubah menjadi pot dan tempat sampah yang siap digunakan.
Panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus mendukung program lingkungan bersih. Eugenia Yoansa Nugroho sebagai salah satu panitia menyampaikan, “Kami ingin mengajak masyarakat agar sadar pentingnya mengelola sampah. Dengan memanfaatkan barang bekas menjadi pot tanaman, kita bisa menjaga lingkungan sekaligus memperindah pekarangan rumah.”
Pada kegiatan ini anak-anak dibagi menjadi tiga kelompok dengan dua pendamping di setiap kelompoknya. Masing-masing pendamping menjelaskan manfaat pengolahan limbah plastik, cara berkarya yang aman, dan memberikan berbagai referensi ide dari media sosial. Akhirnya setiap kelompok berhasil menghasilkan satu pot dan satu tempat sampah yang siap digunakan.
Seluruh rangkaian kegiatan ini juga mendapatkan pendampingan langsung dari Dr. Mira Triharini S.Kp., M.Kep., selaku dosen Fakultas Keperawatan sekaligus dosen pendamping lapangan turut memberikan arahan teknis terutama terkait aspek kesehatan lingkungan dan pemanfaatan kesehatan keluarga. Beliau selalu menyampaikan bahwa proses pengolahan limbah dilakukan secara higienis dan aman bagi anak-anak, sekaligus mengaitkan edukasi lingkungan dengan pentingnya menjaga kesehatan keluarga. Pada kegiatan hari kedua juga Bu Mira Triharini juga berperan dalam memberikan masukan terkait pemilihan tanaman TOGA serta bagaimana tanaman tersebut dapat benar bermanfaat bagi masyarakat.
Pada Minggu, 13 Juli 2025, kegiatan berlanjut dengan sosialisasi mengenai manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Abar-Abir. Kegiatan diisi dengan pemaparan khasiat berbagai tanaman herbal yang mudah dibudidayakan, seperti miana, yang dikenal sebagai obat batuk, penurun panas, dan antiinflamasi serta bunga telang, yang kaya antioksidan dan dapat membantu memperlancar peredaran darah.
Warga kemudian diajak mempraktikkan pembuatan teh bunga telang secara langsung. Bunga telang segar direbus hingga menghasilkan air berwarna biru keunguan yang khas, lalu ditambahkan sedikit madu dan jeruk nipis untuk menambah rasa.
“Saya punya tanaman itu di rumah tapi tidak tahu cara mengolahnya dan ternyata banyak manfaatnya, rasanya enak dan mudah dibuat, saya akan coba buat lagi di rumah untuk diet,” tutur Ibu Kader.
Antusiasme terlihat ketika para peserta mencicipi teh herbal ini dan berdiskusi mengenai manfaatnya untuk kesehatan keluarga.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, warga bersama panitia melakukan penanaman bunga telang dan miana di pekarangan yang telah disiapkan. Uniknya, sebagian tanaman ditanam menggunakan pot hasil daur ulang limbah plastik dari kegiatan sehari sebelumnya, sehingga menjadi simbol sinergi antara edukasi lingkungan dan kesehatan.Kegiatan ini ditutup dengan foto bersama di area penanaman, diiringi harapan agar Desa Abar Abir menjadi desa yang sehat, hijau, dan ramah lingkungan melalui pemanfaatan tanaman herbal dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
(Penulis : Mira Triharini)

