Spiritualitas Segmentasi dan Diskriminasi Pelayanan

Spiritualitas Segmentasi dan Diskriminasi Pelayanan

(disampaikan sebagai materi Khutbah Subuh di Masjid AL Mujahadah Citra Tropodo, Sidoarjo)

Prof. Dr. Gancar C. Premananto
Guru Besar Manajemen Pemasaran Spiritual


Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Alhamdulillahi rabbil’aalamiin, wash-sholaatu wassalaamu ‘ala isyrofil anbiyaa i walmursaliin, wa’alaa alihi washohbihii ajma’iin ammaba’adu.

Artinya: Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam. Semoga shalawat dan keselamatan tercurahkan selalu kepada Nabi dan Rasul termulia, keluarga, dan sahabat-sahabatnya.

Innal hamda lillaah nahmaduhu wa nasta’iinuhu wa na’uudzu billahi min suruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa man yahdihillaahu falaa mudhilla lah, wa man yudhlilhu falaa haadiya lah. Asyhadu allaa ilaaha illallah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rosuuluh.

Artinya: Segala puji bagi Allah yang hanya kepada-Nya kami memohon pertolongan dan mohon ampunan. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan dan keburukan amalan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkan, dan barang siapa yang tersesat dari jalan Allah maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.

 

Bapak Ibu pembelajar ilmu Islam,

Alhamdulillah, kita masih diberikan kemampuan dan kekuatan untuk melangkahkan kaki ke masjid. Tiada daya dan upaya kecuali atas kehendaknya. Bayangkan bila untuk tersenyum saja kita memerlukan 26 pergerakan otot dan untuk cemberut kita memerlukan pergerakan 62 otot, maka berapa otot yang diperlukan untuk berjalan kaki dari rumah ke masjid tercinta ini. Alhamdulillah, Alhamdulillah.

Bapak Ibu hadirin PEmbelajar Ilmu Islam,
Sebagai akademisi di bidang Manajemen Pemasaran maka saya akan menyampaikan bahwa ajaran Islam berkaitan dengan Manajemen Pemasaran sangatlah luar biasa banyak kesesuaian dan bahkan memberikan warna tersendiri.
Sebagai contoh di bidang pemasaran, salah satu tokoh pemasaran menyatakan bahwa, “Everubody is marketer.” Semua orang adalah pemasar.
Maka Nabi Muhammad saw sejak abad ke 6 sudah menyampaikan hadits, “Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari). Dan ditambhakan di hadits yang lain “
“Hendaklah yang hadir menyampaikan pada yang tidak hadir” (HR Bukhari dan Muslim). Artinya setiap orang muslim diminta perannya sebagai penyampai pesan/mubaligh. BUkan sebagai profesi namun sebagai peran yang melekat sebagai muslim untuk tabligh.

Pada hari ini materi pemasaran yang akan saya sampaikan adalah berkaitan dengan aktivitas Segmentasi Pasar. Segmentasi adalah mengelompokkan pasar sesuai karakteristik tertentu, mengingat pasar tidak homogen alias heterogen, Hal ini ternyata telah dicontohkan oleh Islam, bedanya adalah Islam tidak mengajarkan pengelompokkan berdasarkan sesuatu yang sifatnya lahiriyah. Namun lehih ke ruhiyah.
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta benda kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal perbuatan kalian.” [Sahih] – [HR. Muslim] – [Sahih Muslim – 2564].
Dalam Al-Qur’an sendiri terdapat pengelompookan manusia, yakni berbagai ayat tidak hanya menyeru hai manusia secara umum saja, tapi juga ada yang menyeru hanya umat Islam dan hanya untuk mereka yang beriman saja, dan ada yang untuk yang bertaqwa saja. Manusia memiliki kelompok yang berbeda apakah dia muslim atau bukan, mukmin atau bukan, muhsin atau bukan, dan muttaqqin atau bukan.

“”Ketika orang-orang Arab Badui itu berkata, ‘Kami telah beriman ‘. Katakanlah, ‘Kalian belum beriman, tapi katakanlah, ‘Kami telah berislam (tunduk)’, karena iman itu belum masuk ke dalam hati kalian. Dan jika kalian taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Hujurat: 14)
Ayat di atas menunjukkan bahwa seorang muslim tidak otomatis dapat dikelompokkan menjadi orang mukmin, karena ada syarat yang masih belum terpenuhi yakni keimanan, baru ada kesaksian untuk masuk Islam saja.
Hal ini terlihat bahwa segmentasi juga ada dalam ajaran agama Islam. Bedanya dengan kita di dunia bisnis, segementasi seringkali hanya menggunakan faktor demografi, termasuk faktor ekonomi. Hal ini bisa dimaklumi karena pengkategorisasian dalam Islam merupakan sesuatu yang tidak dapat diukur dengan kaca mata fisik. Namun intinya adalah segmentasi adalah sesuatu yang normal dan ada kaidahnya. Dengan demikian diskriminasi pelayanan sebagai dampak dari segmentasi juga merupakan hal yang juga diperbolehkan. Dengan kata lain, dalam dunia pemasaran, tidak semua konsumen harus diperlakukan sebagai raja, karena tidak semua konsumen memenuhi syarat sebagai raja. Di dunia perbankan, yang diperlakukan sebagai raja terutama adalah nasabah golongan platinum.
Perlakuan/pelayanan yang berbeda dari segmen yang berbeda juga dapat kita lihat dari penggolongan surga dan neraka. Bahwa surga dan neraka memiliki 7 tingkat yang diperuntukkan untuk segmen yang berbeda-beda. Bedanya untuk dunia agama, pelayanan yang diskriminatif sesuai dengan upaya kita mendekatkan dan menjauhkan diri dari ALLAH SWT. Sedangkan dalam dunia bisnis, perbedaan perlakuan adalah karena kontribusi perusahaan yang lebih dapat terukur oleh Perusahaan.

Demikian ilmu singkat mengenai spiritualitas manajemen pemasaran semoga dapat menjadi wacana yang menginspirasi kehidupan kita. Kurang lebihnya mohon maaf bila ada yang kurang berkenan. Baarokallah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *