Smartklik.id, Surabaya – Legen merupakan produk khas asli Indonesia yang khas, namun menyehatkan, mengingat produk tersebut dibuat dengan 0% gula. Namun tidak banyak Masyarakat Indonesia yang mengetahuinya. Bahkan banyak masyarakt yang menganggap bahwa legen adalah sama dengan tuak yang memabukkan. Hal tersebut menjadikan salah satu permasalahan yang harus dihadapi oleh seorang Pemuda pelopor wirausaha, Muhammad Najih Islahuddin pemilik sekaligus Pimpinan PT Legendtren International. Disisi lain ditemui juga permasalahan berkaitan dengan efisiensi poduksi dari pengolahan nira menjadi produk olahan gula nira yang masih sangat tidak efisien.
Hal tersebut menjadikan tim manajemen FEB UNAIR turun ke lapangan untuk mensupport aktivitas produksi dan pemasaran PT Legentrend pada Senin (07/10/2024). Dengan dipimpin oleh Dr. Gancar Candra Premananto, para dosen pemasaran seperti Prof. Tanti Handriana, Dr, Masmita Kurniawati, Dr. Dien Mardhiyah, dan Ratri Amelia, MSM serta para dosen keuangan seperti Dr Windijarto dan Dr Rahmat Setiawan memberikan berbagai masukan untuk peningkatan manajemen PT Legentrend. Dihadirkan juga Karseno, PhD., selaku pakar produksi gula kelapa dan gula nira, unutk perbaikan efisiensi produksi gula nira.
”Diskusi ini sangat membuka wawasan kami, khususnya dalam memahami pentingnya inovasi dan adaptasi terhadap dinamika pasar saat ini. Masukan yang diberikan oleh para ahli sangat berharga dan akan menjadi acuan penting dalam langkah pengembangan produk serta pemasaran yang lebih efektif ke depannya,” kesan Najih selaku pemilik usaha
Gancar selaku piminan tim juga merasa berkesan dan berterima kasih kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Yayasan Yatim Mandiri yang telah memungkinkan aktivitas pengabdian kepada Masyarakat ini terlaksana dengan baik.
“Semoga kegiatan ini dapat berlanjut menjadi proses berkelanjutan yang menjadikan PT Legentrend sebagai mitra permanen dan bukan mitra sementara,” pungkas Gancar

