Surabaya – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kota Surabaya, meluncurkan kampanye edukatif bertajuk “Ayah Bunda, Anak Laki-Lakimu Butuh Kamu” hasil berkolaborasi dengan Rumah Sakit Daerah (RSD) Prof. dr. Moeljono Provinsi Jawa Timur. Kolaborasi ini menjadi wujud implementasi pentingnya peran orang tua dalam tumbuh kembang emosional anak.
Selama ini, stigma sosial yang menyebut anak laki-laki tidak boleh menangis, atau harus terlihat kuat, seringkali membuat anak laki-laku tumbuh dengan memendam emosi, mematikan rasa, hingga takut melaporkan jika terjadi perundungan. Kolaborasi ini merupakan bentuk kampanye yang mengajak para orang tua memberikan porsi perhatian yang seimbang, serta menyediakan ruang aman bagi anak laki-laki dalam mengekspresikan perasaan mereka tanpa rasa takut atau merasa dihakimi.
“Anak laki-laki juga memiliki rentang emosi yang kompleks. Mereka bisa merasa sedih, cemas, dan takut. Mengajarkan mereka mengolah emosi sejak dini adalah investasi terbaik bagi kesehatan mental mereka di masa depan,” kata Nenny Gunarso, Ketua DPC FPPI Kota Surabaya, Rabu 22 Juli 2026.
Kegiatan kampanye dilaksanakan pada periode Juli hingga Oktober 2026, yang diinisiasi dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2026 pada 23 Juli, serta Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang diperingati pada 10 Oktober. Selama periode itu, disampaikan pembelajaran pada masyarakat dan komunitas, meliputi penyebaran konten edukasi di media sosial, diskusi kelompok anak laki-laki, kompetisi karya edukasi, serta seminar umum.
Bagi RSD Prof. dr. Moeljono Provinsi Jawa Timur, kolaborasi ini merupakan bentuk kepedulian nyata fasilitas kesehatan terhadap isu kesehatan mental anak, sekaligus komitmen rumah sakit yang selalu siap menyediakan tenaga medis profesional beserta sarana pendukung bagi pendampingan orang tua selama program berlangsung. Selain itu, pihak rumah sakit berharap terciptanya generasi muda yang sehat secara fisik dan tangguh secara mental, akan mengikis dogma patriarki yang kaku terkait emosi anak laki-laki. (Petrus Riski)

