Tim SMARTKLIK.id adalah terdiri dari pihak-pihak yang merupakan Undecided Voter, yang masih terus mengamati aktivitas dan tingkah para calon presiden. Dan Debat calon presiden dserta calon presiden merupakan salah satu sarana bagi anggota tim dalam menilai kualitas para calon. Dari hasil pengamatan Debat Calon Presiden RI yang diadakan KPU di Istora Senayan pada hari Minggu 7 Januari 2024 pukul 19.00, maka tim SMARTKLIK.id memiliki beberapa catatan manajerial
Pra Debat
Faktor plus dari penyelenggara adalah adanya Perubahan peraturan KPU berkaitan dengan tidak bolehnya peserta debat menggunakan istilah-istilah yang tidak umum sekaligus menyampaikan kepanjangan dari akronim yang digunakan serta mebatasi penggunaa microphone di podium, menunjukkan adanya peraturan baru yang responsif mengevaluasi dari aktivitas debat sebelumnya. Manajemen debat dari hasil evaluasi merupakan hal positif yang dilakukan KPU, menunjukkan Upaya KPU untuk menjaga debat calon presiden berjalan dengan baik.
Disisi lain, faktor KPU dapat ditingkatkan lagi kualitas ketidakberpihakkannya pada salah satu calon dengan menghindari penggunaan busana yang mengarah pada warna dominan dari partai pendukung pasangan calon. Contohnya dapat dilihat adalah bahwa baik MC maupun moderator menggunakan busana gaun dan jas formal berwana dominan biru, sedangkan Ketua KPU Bapak Hasyim Asyari berpidato menggunakan batik berwarna merah.
Dari persiapan para pasangan calon yang dipanggil ke panggung, capres 1 menggunakan dress code standar yakni baju putih dan jas hitam, capres 2 juga menggunakan dress code standar menggunakan kemeja berwarna biru muda adapun yang terlihat menonjol dan berbeda adalah pasangan calon 3 yang menggunakan jaket penerbang warna hijau yang sangat sesuai dengan tema momen tersebut yakni pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi dan geopolitik.
Dari aspek persiapan sebelum debat, terutama masalah kostum yang sesuai tema dan memiliki diferensiasi yang menonjol, menjadi poin kemenangan dari capres 3.
Sesi Penyampaian Visi Misi Para Calon Presiden
Secara umum, baik capres 1 dan capres 3 mampu menyampaikan materi yang memiliki kebijakan yang jelas. Adapun capres 2, tidak terlihat memiliki kebijakan umum yang jelas karena hanya menyampaikan materi-materi normative yang seharusnya sebuah negara miliki. Di kesempatan penyampaian visi misi ini, capres 1 bahkan serangan kepada capres 2 yang dianggap gagal menjalankan kebijakan di bidang pertahanan keamanan terutama untuk mengantisipasi pertahanan keamanan masa depan berbasis siber. Capres 1 menekankan pentingnya Indonesia memiliki peran utama sebagai penentu kebijakan global. Adapun capres 3, secara lengkap mampu menyampaikan berbagai kebijakan di semua tema debat, baik pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi dan geopolitik dalam waktu yang terbatas tersebut. Hal ini juga dapat menjadi poin kemenangan bagi capres 3.
Di satu sisi, serangan capres 1 kepada capres 2 menjadikan permasalahan dari capres 2 yang sejak awal menyampaikan akan mengggunakan strategi tidak menyerang capres lain, hal ini disampaikan oleh Tim Kampanye Daerah (TKD), Ridwan Kamil maupun oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Habiburokhman. Dan hal itu menjadi blunder karena ternyata janji untuk tidak menyerang tidak dilakukan karena capres 2 terlihat emosi dalam menanggapi serangan capres 1 tersebut dan menyerang pribadi capres 1. Dalam debat tentunya menyatakan diri tidak menyerang adalah strategi yang kurang tepat, karena debat adalah aktivitas meyakinkan Masyarakat untuk menunjukkan siapa yang terbaik dan capres lain memiliki hal yang kurang baik. Dengan demikian Tim Kampanye capres 2 menggunakan strategi yang kurang tepat dalam debat hari Minggu kemarin. Tim Kampanye capres 2 tidak menyiapkan materi serangan kepada capres lain secara institusional bukan pribadi menjadi sebuah maasalah besar. Kurangnya merespon serangan capres 1 dengan memberikan data sebaliknya memberikan poin negatif dari capres 2.
Sesi Pertanyaan Panelis.
Dalam Sesi pertanyaan oleh panelis beberapa catatan manajerial yang bisa diambil adalah baik capres 1 dan 3 memiliki beberapa konsep dan kebijakan yang jelas. Bahkan memiliki beberapa branding unntuk kebijakan yang dilakukan, diantaranya untuk capres 1 memiliki branding kebijakan “Rumah Kebudayaan Indonesia” saat menjawab materi mengenai globalisasi. Untuk capres 3 memiliki branding Sakti 5.0 saat membahas masalah pertahanan keamanan. Adapun untuk capres 2, tidak terlihat kebijakan yang jelas apa yang akan dilakukan untuk berbagai tema yang dibahas. Malah yang terjadi adalah capres 2 setuju dengan program-program yang diajukan oleh capres lain. Tercatat capres 2 menyatakan persetujuan terhadap program capres 3 hingga 3 kali, dan setuju terhadap capres 1 sebanyak 1 kali. Dalam hal ini capres 2 terlihat tidak memiliki program sendiri secara jelas dan konkrit dan dengan demikina juga tidak memiliki branding untuk kebijakannya.Hal ini menunjukkan tim sukses yang juga kurang berhasil memberikan kemasan kongkrit dari capres 2.
Sesi Pertanyaan antar Capres
Tim capres 3 melakukan debat dengan berbasis data. Menunjukkan tim sukses yang dimiliki mempersiapkan debat dengan sangat baik. Data yang disajikan tidak mampu dibantah oleh capres lain, bahkan merugikan capres 2. Capres 2 juga menggunakan beberapa kutipan dari buku dan dari tokoh nasional Bung Karno, “Daulat Politik adalah Wajib” yang menunjukkan capres 2 juga memiliki wacana intelektual yang baik. Capres 1 berjalan seperti biasa, Sehingga dalam sesi ini yang menonjol adalah capres 3, sedang yang paling tidak prima adalah capres 2 yang kurang memiliki bekal data untuk menghadapi serangan capres lain dan kurang memiliki data untuk menyerang capres lain. Hal ini yang dapat disimpulkan nilai penting melakukan “evidence-based management” dalam sebuah debat dan peroses perumusan kebijakkan. Capres 2 bahkan menjadi serangan dari kedua capres lain, karena tidak mempu memberikan data yang mendukung hal sebaliknya. Serangan berkaitan dengan terbobolnya situs menhankam, alasan membeli alusista bekas serta mengapa berbagai indeks pertahanan keamanan dan militer turun, tidak mampu diberikan sanggahan berbasis data yang meyakinkan.
Sesi Penutup
Capres2 lebih banyak menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak, dan kurang mampu menutup dengan konsep dan kebijakan yang jelas, kongkrit dan mudah diingat. Capres 3 menutup dengan arah kebijakan yang jelas yakni anggaran hankam yang harus ditingkatkan, adanya Duta Besar Siber, kebijakan Alutsista yang harus jelas dan konsisten serta menjadikan Indonesia Garda Samudera, dan memberikan slogan We are Growth. Memberikan penutup yang jelas dan kuat. Adapun capres 1 juga menutup dengan menyampaikan kesimpulan umum kebijakan mengenai pentingnya rasa aman dalam level keluarga, peningkatan gaji dan kesejahteraaan para penjaga keamanan negara, pentingnya Presiden sebagai panglima diplomasi serta pentingnya masalah etika kepemimpinan, memberikan slogan penguat “Indonesia will be presence and color the world.” Dalam sesi ini capres 1 dan 3 sama-sama memiliki kekuatan, adapun capres 2 kurang mampu memberikan penguatan yang meninggalkan kesan.
Sesi Konferensi Pers
Semua capres memberikan klarifikasi atas berbagai hal yang terjadi di panggung debat. Capres 1 diantaranya menyampaikan sanggahan terhadap keberatan capres 1 masalah etika mempermasalahkan lahan kepemilikan dengan menyatakan setiap orang memiliki kebebasan bertanya dan pemimpin harus siap dibetikan pertanyaan dari siapapun dan tentang apapun. Capres 3 lebih menekankan mengenai pentingnya adu data dalam sebuah debat. Adapun capres 2 secara terlambat menyampaikan data kesuksesan selama menjabat menhankam, dimana seharusnya informasi tersebut disampaikan saat debat. Dan salah satu nilai kurang dari capres 2 adalah tidak menerima tanya jawab dari pers yang memberikan sinyal kurangnya keterbukaan terhadap pers sebagai hal yang penting.
Simpulan
Dari berbagai sinyalemen di berbagai sesi yang telah dipaparkan, maka dalam debat hari Minggu 7 Januari 2024, capres 3 memiliki banyak poin kemenangan baik dalam hal persiapan busana yang tepat dan berbeda, persiapan data yang baik, kebijakan yang konkret, jelas dan dikemas dengan branding yang baik, serta penutup yang kuat. Capres 2 juga memunculkan kejutan dengan menampilkan sosok yang berbeda dari sebelumnya lebih terlihat ramah dan banyak bermain medsos, menjadi sosok yang berani menyerang, menilai dan tegas. Capres 1 terlihat seperti biasa, kalem dan intelektual dengan penyampian narasi yang runtut sistematis serta menyampaikan pesan yang jelas dan kosisten mempertanyakan etika capres 2. Adapun capres 2 yang dinilai seharusnya memiliki kekuatan bermain di zona sehari-harinya malah terlihatt kurang data dan emosional terjebak dalam permainan lawan debatnya.
Sebagai konfirmasi terhadap materi observasi saya, dapat dilihat Kembali tayangan debat melalui link diantaranya https://www.youtube.com/watch?v=KJdt-HBBGIo&t=11s

