Surabaya – Warkop Bossku menggelar Bossku Offline Tournament yaitu lomba gim Mobile Legend di Jalan Ngagel Jaya Barat Nomor 33 Surabaya, Minggu (23/11/2025), menggandeng LPMK, KIM Pucang Sewu serta disponsori oleh BRI. Turnamen perdana ini ramai diikuti anak-anak muda penggemar permaianan Mobile Legend dari berbagai kawasan di Surabaya.
Mobile Legend merupakan permainan gim perang dan ketangkasan yang memanfaatkan gadget atau perangkat telepon pintar, dengan menginstal terlebih dahulu aplikasi permainan itu di gadgetnya. Pada kompetisi ini, permainan dilakukan beregu yang terdiri dari empat atau lima orang dalam satu tim. Total peserta yang hadir dalam turnamen kali ini mencapai 100 orang.
Para peserta yang datang dari berbagai latar belakang dan usia langsung mengisi pendaftaran sejak pukul 11.00 WIB. Koordinator Bossku Tournament, Farrel mengatakan, kegiatan ini bertujuan mewadahi anak-anak muda agar dapat berinovasi dan tetap bersemangat dalam berkarya. Turnamen ini juga memperingati Ulang Tahun ke-2 Warkop Bossku.
“Harapannya agar anak-anak muda tidak terjerumus dalam kegiatan negatif, seperti yang sering kita saksikan setiap hari di media sosial,” kata Farrel.

Ketua RT. 01 RW. 04 Kelurahan Pucang Sewu, Imam Mutakiin, turut mengapresiasi kegiatan ini di wilayahnya, yang dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda atau karang taruna untuk melakukan hal-hal yang positif.
“Kegiatan seperti ini dapat menyemangati anak-anak muda di wilayah RW. 04 khususnya, dan mencegah agar tidak melakukan hal-hal yang kurang produktif melalui kompetisi seperti ini,” ujar Imam.
Pemilik Warkop Bossku, Bima, mengaku senang dengan berkumpulnya anak-anak muda di warkopnya, melalui media kompetisi gim Mobile Legend. Kompetisi di warung kopi ini merupakan yang pertama di Kota Surabaya, sehingga mereka yang datang ke tempat ini tidak hanya nongkrong tapi juga menghasilkan sesuatu yang positif.
“Semoga potensi anak-anak muda semakin terangkat, sehingga tidak ada lagi balap motor liar di jalanan, sex bebas di laur nikah, pornografi, judi, dan obat-obatan terlarang, yang merugikan anak muda sebagai generasi masa depan,” tutur Bima.

Ketua LPMK sekaligus KIM Pucang Sewu, Petrus Titus Reawaruw, mendukung kegiatan kompetisi gim Mobile Legend untuk anak muda di wilayahnya, dan mengajak generasi muda untuk terus berkompetisi dengan semangat fair play dan saling menghargai satu sama lain.
“Ini bentuk aktualisasi yang baik dari kalangan anak muda. Mereka bisa bersaing dengan tetap saling menghargai. Selain itu, mereka juga bisa menjalin pertemanan dengan anak muda dari daerah lain yang baru bertemu,” ujarnya.
Ia menambahkan, permasalahan serius yang dialami anak muda masa kini adalah terkait relasi antar remaja. Maraknya gadget atau teknologi komunikasi menyebabkan anak muda hanya berinteraksi melalui perangkat digitalnya, baik melalui aplikasi percakapan, media sosial, maupun permainan gim online. Dengan mempertemukan anak muda dalam turnamen offline atau bertemu secara langsung, setidaknya dapat mendekatkan satu sama lain sehingga relasi yang terjalin dapat semakin dekat dan saling memahami.
“Anak muda masa kini memiliki tantangan mengenai hanya menatap gadgetnya saja, tetapi tidak pernah sungguh-sungguh melihat dan berinteraksi dengan orang lain. Ini harus dicarikan cara untuk mengantisipai masalah yang dapat timbul dari tantangan itu,” tandasnya. (Petrus Riski)

