Surabaya – SMA Santa Maria Surabaya menyelenggarakan Pergelaran Seni tahunan peserta didik kelas XI, dengan konsep unik di halaman depan sekolah. Acara diadakan bertepatan dengan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Darmo, Surabaya, Minggu (10/5/2026) pagi. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara peringatan 75 Tahun SMA Santa Maria Surabaya, yang menampilkan berbagai seni pertunjukan tradisional dari seluruh Indonesia, dengan tema “Rangkai Harmoni Nusantara”.
Clora Tri Juli Nugraheni, selaku ketua pelaksana kegiatan menuturkan, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia, sekaligus menjadi pengambilan nilai untuk ujian praktik penilaian bidang seni. Selain itu, kegiatan ini merupakan upaya sekolah mendekatkan karya siswa dengan masyarakat luas.

“Kami sengaja memilih area terbuka dan momen CFD agar mahakarya peserta didik kelas 11 ini bisa dinikmati publik. Selain itu, kami ingin menonjolkan sisi artistik gedung SMA Santa Maria, sangat serasi dengan tema Nusantara yang kami usung,” ungkap Clora, salah satu pengajar di SMA Santa Maria.
Pergelaran seni ini melibatkan berbagai elemen seni, mulai dari karawitan hingga tarian daerah. Seperti yang diungkapkan Margareta Chelsea, salah satu peserta didik kelas 11 yang tampil membawakan tarian Maluku. Menurutnya, pengalaman tampil di ruang publik memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter siswa.

“Melalui kegiatan ini, kami belajar membangun rasa percaya diri dan mempererat hubungan antar teman. Meskipun prosesnya penuh tantangan selama satu bulan terakhir, melihat hasilnya kami merasa bangga karena ternyata kami bisa memberikan yang terbaik untuk sekolah dan masyarakat”, ungkap Chelsea.
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang tua peserta didik, atas dukungan yang luar biasa yang diberikan untuk terselenggaranya acara ini. Apresiasi juga ditujukan untuk tim pembimbing yang telah mendampingi peserta didik sejak masa persiapan di bulan Februari. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat sekaligus mengasah kreativitas dan nilai gotong royong di kalangan peserta didik. (Petrus Riski)

