Mengenalkan Literasi dan STEAM Melalui Festival Dongeng Surabaya

Workshop mendongeng dalam rangkaian Festival Dongeng Surabaya dengan peluncuran buku “14 Cerita Eksplorasi STEAM” di Surabaya (Foto: Istimewa)

Surabaya – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur bersama Komunitas Kumpul Dongeng, membuka rangkaian kegiatan puncak acara Festival Dongeng Surabaya dengan peluncuran buku “14 Cerita Eksplorasi STEAM”. Antologi cerita anak yang menggabungkan unsur sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika, dalam bentuk dongeng yang sederhana dan menarik bagi anak.

Pembukaan rangkaian kegiatan diawali dengan dua kelas kreatif, yaitu Workshop Ilustrasi bersama ilustrator Luluk Nailufar, dan Workshop Mendongeng oleh pendongeng nasional Aio. Kedua workshop ini memberikan kesempatan bagi anak, guru, orang tua, dan relawan, untuk belajar menciptakan karakter, bercerita, dan mengenalkan konsep STEAM dengan cara yang menyenangkan.

Pementasan dongeng bersama Tatuli (Foto: Istimewa)

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Tiat S. Suwardi, menyampaikan rangkaian literasi kreatif ini menjadi bagian dari transformasi perpustakaan sebagai ruang belajar yang ramah dan inovatif.

“Anak-anak lebih mudah memahami pengetahuan ketika belajar lewat pengalaman yang menyenangkan. Cerita, ilustrasi, dan aktivitas kreatif seperti ini membuat konsep STEAM terasa dekat dan alami. Kami ingin perpustakaan menjadi tempat di mana anak-anak merasa bebas bereksplorasi,” kata Tiat S. Suwardi.

Salah satu peserta Kompetisi Dongeng Anak (Foto: Istimewa)

Ketua Umum Kumpul Dongeng sekaligus penggagas Festival Dongeng Surabaya, Ariani Safitri, mengatakan buku “14 Cerita Eksplorasi STEAM” lahir dari kolaborasi panjang para relawan untuk menghadirkan literasi yang relevan dengan dunia anak masa kini.

“Anak-anak punya rasa ingin tahu yang kuat. Melalui buku ini, kami ingin mereka belajar sambil berpetualang. Workshop ini menjadi bukti bahwa belajar STEAM tidak harus rumit, bisa dimulai dari membaca, bertanya, dan mendongeng bersama,” terang Ariani Safitri.

Acara ini menjadi pembuka menuju puncak rangkaian pada 30 November, yang menampilkan pendongeng dari berbagai komunitas, pertunjukan kreatif, area eksplorasi STEAM sederhana untuk anak, serta aktivitas interaktif lainnya yang dirancang sebagai ruang bermain-belajar untuk seluruh keluarga untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan. (Petrus Riski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *