Surabaya – Transformasi media digital mendorong Perguruan Tinggi untuk membekali mahasiswanya dengan keterampilan memroduksi konten yang relevan dengan kebutuhan dunia industri digital. Saat ini, perkembangan industri digital sudah demikian cepat, dimana hal itu menuntut sumber daya manusia lulusan ilmu komunikasi yang siap terserap dalam industri komunikasi digital.
Menyikapi situasi tersebut, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Bhayangkara Surabaya, mengikuti pelatihan dan diskusi mengenai konten digital di Studio Teamwork Brand Development, Senin (29/12/2025).
Konten digital merupakan segala bentuk informasi yang didapatkan, baik berupa teks, gambar, audio, video, infografis, dan bentuk lainnya, yang disajikan dalam format elektronik serta dapat diakses melalui internet atau media digital lainnya seperti ponsel, komputer, atau tablet. Di era digital yang berkembang serba cepat, produksi konten digital yang kreatif menjadi salah satu elemen paling penting dalam strategi komunikasi modern. Hal ini diperlukan untuk menjawab kebutuhan di bidang pemasaran, pendidikan, hiburan, maupun personal branding. Konten kreatif mampu menarik perhatian audiens dan proses penyampaian pesannya lebih efektif.
Pada pelatihan ini, mahasiswa didampingi oleh dosen pembimbing Julyanto Ekantoro, SE., SS., M.Si., diterima oleh tim komunikasi digital Teamwork Brand Development, yakni Hilda dan Efik. Hilda menyampaikan materi mengenai pengenalan sejarah berdirinya perusahaan dan divisi-divisi yang ada dalam perusahaan, kemudian dilanjutkan mengenai materi strategi komunikasi dalam industri komunikasi digital.

Fauzi Priambodo, M.Med.Kom., CEO Teamwork Brand Development, menjelaskan materi mengenai proses produksi konten digital, bahwa pada tahapan awal yang dilakukan untuk memproduksi konten digital adalah ide kreatif.
“Pada proses ini pembuat konten kreatif menciptakan materi komunikasi yang inovatif, menarik, dan informatif untuk berbagai platform, seperti media sosial, situs web, blog, podcast, atau video,” papar Fauzi.
Konten kreatif tidak hanya mengandalkan informasi, tetapi juga storytelling dan elemen visual yang memikat untuk meningkatkan daya tariknya. Ia juga menambahkan bahwa yang paling penting adalah paham momentum yang sedang tren dibicarakan atau yang sedang viral di masyarakat.
“Ide-ide sederhana dari kepekaan membaca momentum ini sangat penting karena itulah yang akan menarik perhatian orang,” imbuhnya.
Dekan FISIP Ubhara, Dr. Fitria Widiyani Roosinda, S.Sos., M.Si., berharap pelatihan konten digital ini dapat terus dilanjutkan dengan materi bertahap yang menambah kemampuan dan keahlian mahasiswa mengenai produksi konten digital. Keterampilan dan penguasaan materi ini menjadi penting sebab industri komunikasi saat ini hampir sebagian besar telah beralih ke digital, dan mulai meninggalkan yang non-digital.
“Persaingan dalam dunia kerja juga semakin ketat, dan tentunya para pemenangnya adalah lulusan dari program studi Ilmu Komunikasi yang multitasking, termasuk di dalamnya kemampuan dan penguasaan produksi konten digital,” kata Fitria Widiyani Roosinda.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen FISIP UBHARA Surabaya dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik yang adaptif, aplikatif dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
“Komunikasi digital itu luas, dan skill multitasking para lulusan kelak menjadi tantangan tersendiri bagi prodi. Kemampuan memproduksi konten digital saat ini dibutuhkan dimanapun bidang kerja yang dipilih, sebab hampir semua perusahaan, instansi baik swasta maupun pemerintahan memiliki media digital,” ujar Fitria Widiyani Roosinda. (Petrus Riski)

