Peringati Hari Ibu, Warga RW 01 Airlangga Luncurkan Buku Kampung Gasing

Dwi Prihatin, pengarang buku Kampung Gasing (Foto: Istimewa)

Surabaya – Jelang Hari Ibu ke 2025, Kampung Gadget Singkirno (GASING) RW 01 Airlangga meluncurkan buku Persembahan Bagi Ibu Pertiwi, Jumat (19/12/2025). Buku setebal 84 halaman ini berisi rangkaian awal mula kegiatan Kampung Gasing hingga saat ini. Buku ini dikemas dengan bahasa yang ringan dan memiliki beraneka penjelasan yang menarik tentang Kampung Gasing secara gamblang dan lugas.

Di dalam buku itu ditulis berbagai cerita tentang kegiatan yang ada di Kampung Gasing, seeprti lomba foto ibu dan anak dalam rangka hari ibu, menanam pohon di lingkungan sekitar dalam rangka hari gerakan sejuta pohon, gerakan meminimalisir sampah makanan bersama Komunitas Nol Sampah, membuat karya dari sendok plastik dalam rangka hari peduli sampah nasional, kegiatan santunan ke anak yatim saat bulan ramadan. Ada juga lomba video menyanyi lagu Ibu Kartini, kegiatan kampanye antibullying dalam rangka hari anak nasional, pentas seni hari disabilitas internasional, pemberian kacamata untuk lansia, serta sejumlah kegiatan lain yang bekerja sama dengan komunitas dan instansi terkait.

Dwi Prihatin, pengarang buku Kampung Gasing ini mengatakan, buku ini dibuat sebagai persembahan untuk merayakan Hari Ibu, dan mendorong agar kegiatan di Kampung Gasing dapat menginspirasi masyarakat lain.

“Buku ini bertujuan untuk memeriahkan Hari Ibu, dan sebagai catatan refleksi kegiatan Kampung Gasing selama 1 tahun. Serta dapat dijadikan bahan untuk evaluasi ke depannya,” kata Wiwik, sapaan akrab Dwi Prihatin.

Dwi Prihatin bersama anak-anak RW 01 Airlangga (Foto: Istimewa)

Pembentukan awal Kampung Gasing ini diprakarsai oleh berbagai pihak mulai kecamatan, kelurahan, dan peran serta tokoh masyarakat yang selalu mendukung perkembangan positif bagi tumbuh kembang anak.

“Awal mula kampung Gasing ini semuanya dimulai dari peran serta semua pihak. Mulai dari kecamatan, kelurahan dan tokoh masyarakat mulai dari anak muda, perangkat RT yang ada di kampung, dan kawula muda yang ada di karang taruna di RW kami,” ungkapnya.

Kampung Gasing muncul karena Wiwik melihat anak-anak yang nongkrong dengan gadget di warung kopi. Hal ini menjadi perhatiannya dengan Yono, suaminya, untuk mengadakan perubahan yang baik bagi warga.

“Kami menginisiasi kegiatan yang positif agar anak-anak ini, agar dapat menggeser kegiatan mereka dari gadget yang tidak bermanfaat kepada sesuatu yang berdampak,” kata Wiwik.

Selama satu tahun ini, berbagai macam kegiatan sudah banyak ditorehkan dan dicatat dalam pengembangan generasi Z di wilayah ini. Bahkan sekarang, generasi penerus dari kampung ini sudah banyak yang mengembangkan karya nyata mereka.

“Kami melihat banyak generasi muda yang mau terlibat di dalam Pokja anak. Mereka juga berperan serta memberikan sumbangsih positif bagi kewilayahan,” tutur Wiwik.

Dalam perkembangan Kampung Gasing, Wiwik tidak sendirian dalam berkarya bersama dengan anak-anak. Ia didukung oleh kecamatan dan pihak lain yang secara langsung melihat dan mendukung ajang Kampung Gasing ini.

Camat Gubeng, Eko Kurniawan Poernomo, menghadiri diskusi dan peluncuran Buku Kampung Gasing (Foto: Istimewa)

Eko Kurniawan Poernomo, Camat Gubeng, mengatakan kegiatan di Kampung Gasing ini memang tidaklah mudah, tetapi dengan semangat dan kebersamaan yang hadir bersama masyarakat dapat menjadikan kampung ini menjadi kampung inovatif dan kampung tematik.

“Ini merupakan kesempatan yang sangat luar biasa, kampung ini dapat menjadi kampung yang memiliki kekuatan masyarakat yang inovatif. Artinya kampung ini mempunyai daya tarik dan karya yang luar biasa dalam mengembangkan kemampuan masyarakat yang ada didalamnya,” kata Eko dengan bangga.

Eko, berharap kampung Gasing ini dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat baik di wilayah Airlangga dan juga dapat mengembangkan sifat dan sikap yang positif ke wilayah lain di kecamatan Gubeng. (Petrus Riski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *